Asyiknya Cari Kerang di Pantai Dasun

Matahari mulai condong ke barat. Tanda sore telah tiba. Di Pantai Dasun, sore adalah waktu yang paling pas untuk menikmati suasana pantai. Apalagi, bulan ini bersamaan dengan musim kerang di Muara Sungai Dasun. Orang tua, muda, dan anak-anak sore itu terlihat asyik duduk dalam air setinggi lutut pria dewasa untuk mencari kerang putih, sebuah kerang yang hanya bisa dicari di dekat muara sungai.

Kamis sore, 6 Oktober 2016, komunitas Dasun Heritage Society dan Komunitas Rumah Baca Pamotan ikut nimbrung warga Dasun yang asyik mencari kerang di dekat muara Sungai Dasun. Mereka mencari kerang dengan cara gogo atau jongkok. Dalam posisi itu, mereka memasukkan tangan di dalam air dan memeriksa di dalam pasir sekitar 1-2 cm apakah ada kerang atau tidak.

Karena air laut saat itu pasang, jadi mencari kerang dengan cara gogo. Jika air laut surut, kita tidak usah berbasah-basahan. Sebab, di atas pasir pantai, kita cukup mencari leng atau sarang kerang berada.

 

Car mencari kerang dengan metode gogo. (Foto Exsan)
Cara mencari kerang dengan metode gogo. (Foto: Exsan)

 

Sore itu, banyak orang yang mencari kerang, mulai dari penduduk Dasun di timur muara sungai sampai penduduk Layur di barat muara sungai. Karena hanya di dekat muara sungailah kerang berada. Dan, waktu yang paling pas mencari kerang atau bukur sekitar pukul 15.30-17.30, karena cahaya matahari tidak terlalu menyengat sekaligus kita bisa melihat sunset di Pantai Dasun yang indah.

 

Anak-anak turut meramaikan acara dengan berenang di tepi laut. (Foto Exsan)
Anak-anak turut meramaikan acara dengan berenang di tepi laut. (Foto: Exsan)

 

Selain mencari kerang, anak-anak Dasun biasanya juga asyik mandi di Muara Sungai Dasun. Mereka banyak melakukan atraksi-atraksi berenang yang mengasyikan, seperti salto, berenang dengan terlentang, berlomba berlama-lama menahan nafas di dalam air, dan sebagainya. Mereka juga asyik bermain dengan pasir pantai membuat candi-candian dan rumah-rumahan serta bermain sepakbola batok kelapa.

Bagi anak-anak Dasun, pantai dan muara Sungai Dasun adalah tempat bermain yang mengasyikan. Meskipun mereka bermain di pantai harus dengan pantauan orang dewasa.

Pukul 17.30, rombongan komunitas beranjak pulang. Selepas salat Magrib, kerang yang didapat tadi disantap ramai-ramai dengan menu pindang kerang. Bahan membuat pindang kerang cukup sederhana, yaitu bawang putih, bawang merah, cabai, garam, merica, tomat, dan kerang. Masakan pindang biasanya dimasak dengan tempe sebagai masakan khas Lasem-Rembang. Namun, kerang juga dapat dimasak pindang.

Pindang kerang yang sudah matang aromanya sungguh menggoda. Ditambah dengan penampilan kerang yang sudah merekah, membuat setiap orang yang melihat pasti segera ingin menyantap. Dipadu dengan nasi putih hangat, puluhan kerang yang dipindang tadi disantap bersama-sama di rumah koordinator Dasun Heritage Society, Angga Hermansah. Kondisi di luar sedang gerimis, menyantap pindang kerang hangat hasil mencari sendiri, sungguh kenikmatan tiada duanya.

 

Leave a Reply