Selamat Jalan Han Awal

 

Han Awal dan rasa ingin tahunya tentang Lasem
Diskusi Kesengsem Lasem dengan Han Awal, juga Prof. Mundardjito Otti di Pusat Dokumentasi Arsitektur, pada 20 April 2016.

Selamat jalan Han Awal. Sebuah kehormatan untuk saya dan Feri Latief karena Bapak datang ke acara diskusi ‪#‎kesengsemlasem‬. Bapak menggeser agenda yang lain untuk berbagi kisah. Senang ketika dikabari oleh Ria Febrian bahwa Pak Han berkenan hadir dalam diskusi April lalu. Termasuk ketika Bapak bertanya tentang pendapat saya mengenai legenda makam dan kutukan marga Han di Lasem. Terima kasih atas segala masukan Bapak untuk kami.

Teman-teman Kesengsem Lasem, mari kita terus bersemangat mewujudkan pesan-pesan Pak Han tentang penguatan komunitas di kota tua Lasem!

Kusuma RullyEllen S. KusumaAstri ApriyaniSyefri LuwisStephanus HannieCamelia SiagianBodhi PopMia AnnisaChanda PandestriaImaduddin ZakkyArleta RachmaIrwanda Restu Hadi PerbawaToto Santiko Budi!

RIP, Han Awal!

Author

  • Pencinta budaya Cina di Nusantara, tinggal di Jakarta. Ia juga kerap menulis untuk beberapa media, salah satunya National Geographic Indonesia.

Ingin bergerak bersama #kesengsemlasem?

Kami selalu menantikan kawan-kawan lain yang berminat untuk bergerak bersama #KesengsemLasem. Bagikan pengalaman dan foto kamu kepada masyarakat luas dengan mengirimkan artikel dan foto kamu sekarang!

Selengkapnya

One thought on “Selamat Jalan Han Awal

  1. Han Khik Tjwan says:

    I am very interested in stories about the Han family. I am sorry that it is hard to visit Indonesia from Holland. I am the 27th generation, and my grandfather Han Biauw Ing, was moving to Atjeh with his brother. Both officers of the Chinese± Majoor der Chinezen. My father Han Tiauw Giap was born in Probolinggo.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.