Nikmatnya Berpuasa Sambil Berwisata di Lasem

Suasana mushala Pondok Pesantren Kauman malam hari, para santri mengaji. (Foto oleh Ahdiat Galih)
Suasana mushala Pondok Pesantren Kauman malam hari, para santri mengaji. (Foto oleh Ahdiat Galih)

Hai teman-teman, mau berkunjung ke Lasem dan jelajah Kota Tua Lasem atau menikmati suasana Kota Santri Lasem pada bulan suci Ramadan? Jangan khawatir susah atau kesulitan berpuasa di Lasem!

Mungkin agak berat ya, melancong ke Lasem kalau sedang berpuasa. Tapi jangan takut, kamu bisa menikmati ngabuburit dan berbuka puasa di Lasem!

Yuk mulai wisata kamu dari waktu sahur. Di jantung Kota Tua Lasem, terutama di Jalan Eyang Sambu, banyak warung tenda di pinggir jalan yang siap melayani dan menyediakan menu makan sahur bagi pelancong yang memerlukan! Ada warung Barokah Ibu Budi, atau warung Pak Gopek yang terkenal di belakang Masjid Jami Lasem, yang sering juga disebut Masjid Kauman. Lokasinya tepatnya di area parkiran masjid.

Untuk berjalan-jalan di Lasem di pagi hari masih dianjurkan, tapi siang hari di Lasem? Ingat. Mataharinya bisa terasa seperti ada sembilan dan bisa melelahkan. Lebih baik siang hari dihabiskan dengan berkunjung ke berbagai rumah batik di Lasem. Seperti, Batik Pusaka Beruang, Batik Nyah Sutra, Batik Bu Kiok, Batik Maranatha, Batik Purnomo, Batik Katrin, Batik Rajawali, Batik Dua Putri, Batik Sekar Kencana, dan lain-lain. Rumah-rumah batik ini juga memiliki arsitektur yang menarik untuk dikunjungi. Jadi, wisata batik sekalian wisata rumah kuno, dan sekalian ngadem menunggu sore tiba untuk lanjut lagi menyusuri Kota Tua Lasem dengan mengunjungi klenteng dan bangunan-bangunan kuno lainnya.

Untuk ngabuburit, kamu bisa mampir ke Taman Dasun yang jadi favorit warga setempat. Di taman ini dijamin kamu akan bisa bersantai sambil menikmati pemandangan yang indah, seperti hamparan ladang garam dengan latar belakang Gunung Kajar yang menjulang. Wuihh! Di taman ini kamu juga bisa menemukan pedagang yang menjajakan berbagai menu takjil, seperti takjil favorit bubur mutiara dan dumbeg.

Gus Zaim, pengasuh Pondok Pesantren Kauman. (Foto oleh Feri Latief)
Gus Zaim, pengasuh Pondok Pesantren Kauman. (Foto oleh Feri Latief)

Kalau untuk berbuka puasa, saya selalu di rumah, di Pondok Pesantren Kauman. Soalnya bagi keluarga, kalau berbuka puasa “wajib” bersama-sama. Kata mimi, panggilan untuk ibu saya, biar tambah klop antara adik dan kakak. Mimi turut menentukan menu berbuka puasa selama bulan Ramadan di pondok pesantren ini. Sebelumnya, perkenalkan ibu saya bernama Durrotun Nafisah Zaim, juga merupakan pengurus dari Ponpes Kauman.

Nah, menu yang sudah disepakati akan dimasak oleh para santriwati, seperti Mbak Richa, Mbak Khodijah, Mbak Izzati, dan Mbak Uus. Asyiknya lagi, ponpes kami sering mendapat kiriman es campur dua ‘ember’ besar dari tetangga untuk berbuka puasa. Semakin nikmat deh berbuka di ponpes!

Para santri dan santriwati di Pondok Pesantren Kauman punya tradisi makan ‘kepungan’, yaitu makan beramai-ramai dalam satu nampan. Menunya setiap hari berganti-ganti. Contohnya, lele goreng, bakwan, tahu, tempe, dan sayur. Enak banget lho makan gaya ‘kepungan’ ini. Kalau kamu mau ikut makan ‘kepungan’ di Ponpes Kauman, boleh asal memberitahukan kedatangan sebelumnya. Jangan sungkan, ya!

Kepungan, makan bersama dalam satu nampan, tampah, piring, atau bahkan bungkus nasi!!! Di daerah lain dikenal juga dengan nama botram. Yang penting adalah kebersamaan. Mau coba? Ayo ke Lasem!
Kepungan, makan bersama dalam satu nampan, tampah, piring, atau bahkan bungkus nasi. Di daerah lain dikenal juga dengan nama botram. Yang penting adalah kebersamaan.

Kemudian, kalau kebetulan kamu melancong ke Lasem pada bulan puasa, lalu mau ikutan salat tarawih di Pondok Pesantren Kauman, boleh. Biasanya salat akan dimulai persis setelah salat Isya. Hanya 20 rakaat yang mungkin sekitar 15 menit saja. Banyak jemaat dari sekitar Karangturi datang untuk salat di musala pondok. Biasanya, setelah itu para santri dan santriwati akan mengaji kitab sampai jam 9 malam, dilanjutkan dengan tadarus.

Tertarik untuk menjalankan ibadah puasa di Lasem dan berkunjung ke Pondok Pesantren Kauman? Siapkan langsung ransel atau kopermu. Jangan ragu datang ke Lasem pada bulan puasa!