Seribu Batik di Tepi Pesisir, Alasan Kesengsem Lasem

Lasem adalah kota kecil yang mempunyai beragam budaya. Berawal dari penyatuan budaya Cina, Islam (Timur Tengah) serta budaya Jawa, kebudayaan tersebut menjalin padu menjadi sebuah akulturasi budaya yang kaya. Ia ibarat kain mori yang dihiasi berbagai motif menggunakan canting berisi lilin, lalu diwarnai dengan wenter dan pewarna lain yang berpadu menjadi kain batik yang indah.

Sejarah Batik di Kota Lasem

Awal mula perkembangan batik Lasem ada hubungan yang amat erat dengan datangnya sosok tersohor, yaitu Laksamana Cheng Ho. Ia bersandar di sebuah kota di pesisir Jawa pada 1413. Kota itu sekarang dikenal dengan nama Lasem.

Disebutkan dalam catatan sejarah bahwa anak buah kapal yang bernama Dhang Puhawang Tzeng Ho dari Tiongkok, beserta Bi Nang Un dan istrinya, Na Li Ni, memutuskan menetap di tempat mereka bersandar setelah melihat keindahan alamnya. Tempat itu terletak di Jawa, tepatnya di Bonang, atau yang disebut masyarakat sekitar sebagai Desa Binangun.

Di Bonang, Na Li Ni mulai berkreasi. Ia membuat kerajinan kain dengan teknik seperti batik untuk pertama kalinya. Motifnya kala itu burung hong, liong, bunga seruni, dan banyak lagi. Warna khas batiknya adalah warna merah darah yang menjadi ciri khas orang Tionghoa. Sampai sekarang, motif dan warna tersebut menjadi corak dan warna khas batik Lasem.

 

Awal Masa Kejayaan Batik Lasem

Batik Lasem menjadi salah satu ikon dalam pembaruan budaya Jawa dan budaya Tionghoa, sehingga mampu bersaing di dunia perdagangan. Namun, mulai 1950-an, hal ini menyusut. Penyebab utama kemunduran batik Lasem adalah karena terdesak kehadiran dan maraknya batik cap di berbagai wilayah lain.

Selama ini, batik Lasem masih mengandalkan teknik batik tulis.

Walaupun begitu, batik Lasem membawa dampak positif. Misalnya di era sekarang banyak pengusaha batik yang mengembangkan ide kreatifnya akan motif dan warna baru. Telah terjadi booming batik Lasem di berbagai penjuru daerah. Ia pun digeluti muda-mudi yang ingin batik Lasem mendunia dengan harga fantastis.

 

Setelah Berkenalan, Ayo Ke Lasem

Mengetahui selayang pandang kisah batik di tepi pesisir Lasem, tidakkah kamu tertarik untuk berwisata ke Lasem? Saya punya beberapa tips berwisata ke Lasem.

Yang pertama dan paling penting saat berwisata ke Lasem, kunjungi Pantai Caruban di Desa Gedongmulyo. Di sana, ada suguhan panorama pantai yang indah dan eksotis.

Kedua, ada kuliner khas Kota Lasem yang harus dinikmati bila sudah sampai di Lasem, yaitu Lontong Tuyuhan yang disajikan di lokasinya di Desa Tuyuhan. Letaknya tidak terlalu jauh dari pusat keramaian kota Lasem.

Nah, yang terakhir jangan lupa mengunjungi tempat pembuatan batik Lasem secara langsung. Kamu bisa mencoba cara mencanting batik gratis. Di mana? Banyak tempat, misalnya di Desa Dorokandang, Desa Tulis, Desa Jeruk, dan banyak lagi!

Sekian artikel saya, semoga bermanfaat! Jangan lupa follow @kesengsemlasem di Instagram, Like fanpage Facebook Kesengsem Lasem, dan selalu kunjungi situs ini. Selamat #kesengsemlasem.

 

(Artikel ditulis oleh Lovena Reza A – Instagram: @lovenaxrezza – yang tinggal di Lasem)

 

Ingin bergerak bersama #kesengsemlasem?

Kami selalu menantikan kawan-kawan lain yang berminat untuk bergerak bersama #KesengsemLasem. Bagikan pengalaman dan foto kamu kepada masyarakat luas dengan mengirimkan artikel dan foto kamu sekarang!

Selengkapnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *