4 Hal yang Harus Dicermati Sebelum Backpacking ke Lasem

Lasem, kota kecil di salah satu sudut provinsi Jawa Tengah, belakangan mulai naik ke permukaan sebagai destinasi wisata yang menarik. Termasuk, daerah Pecinan yang terlihat antik dan Instagram-able yang cocok bagi kamu penyuka sejarah, kota tua, dan kuliner jalanan.

Jika ingin melancong ke Lasem dengan biaya minim, jangan sedih. Lasem adalah destinasi yang ramah untuk para backpacker. Tapi, sebelum berangkat, simak dulu beberapa informasi untuk kamu yang baru pertama kali hendak ke Lasem.

Sudah Tahu Cara ke Lasem?
Lasem terletak di jalur Semarang menuju Surabaya. Jalur ini terkenal dengan sebutan Pantura, atau Pantai Utara, yang juga merupakan Jalan Pos yang terkenal itu. Kalau mau ke Lasem, kamu bisa memulai perjalanan dari Semarang atau Surabaya, dengan menggunakan bus AKAP yang menghubungkan dua kota besar itu.

Perhitungannya jika mengendarai mobil atau bus, dari Semarang ke Lasem memerlukan waktu sekitar 3 jam. Dari Yogyakarta ke Lasem memerlukan waktu sekitar 5 jam. Sementara, dari Surabaya ke Lasem akan memerlukan waktu 4-5 jam.

Paling dekat tentu saja perjalanan dari Semarang. Kamu bisa naik bus Patas AC, seperti Indonesia atau Widji dari terminal Terboyo, Semarang. Patas AC ini cukup nyaman, terutama buat kamu yang tidak tahan dengan asap rokok. Oh iya, hati-hati dengan calo yang berada di terminal. Lebih baik kamu langsung mencari bus Semarang menuju Surabaya dan duduk manis di dalamnya. Ada kondektur yang akan menagih uang perjalanan nantinya.

Es Puter bisa dijumpai di sekitar komplek Kota Tua Lasem
Es Puter bisa dijumpai di sekitar komplek Kota Tua Lasem

Apa yang Bisa Dilakukan di Lasem?
Ayo berkelana di kota tua Lasem. Seharian dari pagi sampai sore, kamu bisa berkeliling kawasan pecinan tua (benar-benar tua, karena sudah ada dari 1700-an) yang letaknya di Desa Karangturi. Idealnya, kamu perlu satu hari penuh untuk menjelajah kota tua Lasem dan menyelami kisahnya—yang terakhir ini harus, jangan terpana hanya dengan bangunannya, kisah-kisah di baliknya dan orang-orang yang menghuninya pun sangat menarik untuk ditelusuri.

Satu hari itu baru kota tuanya. Kamu perlu satu hari lagi untuk menjelajahi keindahan alamnya, menikmati keindahan warna dan motif batik tulis khas Lasem, dan mencicipi kuliner pinggir jalannya yang lezat dan murah meriah! Setidaknya, sediakanlah dua hari untuk berkenalan dengan kota yang memesona ini.

Mau! Tapi, bagaimana akomodasinya?

Untuk penginapan, di Lasem memang belum banyak pilihan. Ada Hotel Surya yang terletak di Jalan Raya Lasem—cukup nyaman untuk sekadar melepas lelah. Ada pula homestay Nyah Lasem beralamat di Karangturi Gang 5 No. 2. Homestay sederhana ini adalah rumah lawas berarsitektur kolonial yang terletak dekat dengan pusat dunia Lasem, alias kota tuanya dan area kuliner.

Selain itu, belum ada lagi penginapan yang bisa kami rekomendasikan. Biasanya, wisatawan lebih suka menginap di Rembang karena tersedia aneka pilihan hotel berbintang. Bagimu yang ranselan, berjiwa petualang, dan tidak rewel, Nyah Lasem bisa menjadi pilihanmu.

Transportasi?
Di Lasem, kami menyarankan kamu untuk berkeliling menggunakan motor. Karena belum banyak rental motor, kamu bisa menanyakan sewanya pada pengurus hotel di Lasem atau orang yang menjadi pemandumu. Butuh pemandu? Kamu mungkin bisa mengontak Kelompok Sadar Wisata Desa Karangturi untuk membantumu. Kontaknya tersedia di website ini, kok.

Makan Yopia di pabrik Yopia milik Siek Soen Hong dan kakaknya. Pabrik ini terletak di Karangturi dekat warung kopi Jenghai
Makan Yopia di pabrik Yopia milik Siek Soen Hong dan kakaknya. Pabrik ini terletak di Karangturi dekat warung kopi Jenghai

Sudah Mantap ke Lasem?
Kamu perlu tahu kalau kota kecil ini terletak di daerah pesisir pantai utara yang memiliki curah hujan rendah. Dengan kata lain, siang hari di Lasem itu seakan menghadapi 9 buah matahari! Jika sedang terik, panasnya luar biasa!

Kami sarankan untuk menyiapkan pelindung dari cahaya matahari ini. Sediakan, misalnya, topi, payung, jaket tipis atau wind breaker, atau pakaian lengan panjang, dan jangan lupa tabir surya untuk melindungi kulitmu. Ingat untuk selalu menyediakan minuman dalam ranselmu saat berkeliling, jangan sampai dehidrasi.

Terakhir, kalau kamu butuh peta wisata, rekomendasi kuliner, dan cerita lain tentang Lasem, mudah saja. Kamu bisa sering-sering mampir ke www.kesengsemlasem.com atau like Facebook Page Kesengsem Lasem dan mengikuti Instagram @kesengsemlasem. Dijamin semakin ingin ke Lasem, kan?

Sudah, sana siapkan ranselmu. Ayo ke Lasem!