Kain Gringsing Seruni Pusaka Beruang

Rp 1,559,000

Kain batik tulis motif Gringsing Seruni ini merupakan motif khas yang dibuat sejak masa nenek dari Santoso Hartono (Pusaka Beruang). Motif ini spesial karena merupakan motif berlatar budaya Jawa Tionghoa yang kental. Bunga Seruni merupakan bunga lambang kebaikan hati dan kebajikan dalam kebudayaan Tionghoa. Sedangkan Gringsing merupakan motif khas Jawa yang bermakna kesehatan sepanjang masa.

Produk ini disertai sertifikat keikutsertaan dalam gerakan pelestarian budaya di Lasem dan keaslian kain batik dari Yayasan Lasem Heritage – Pusaka Beruang.

Sisa stok 2

Santoso yang akrab dipanggil Pak San adalah seorang pengusaha batik yang mendirikan lini batik kondang dengan nama Pusaka Beruang pada tahun 2005, ia meneruskan usaha turun temurun yang sempat 15 tahun terhenti. Gerai batik yang sekaligus menjadi rumah kediaman dan sanggar kerjanya terletak di Jalan Jatirogo No. 34, Lasem, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. Santoso Hartono, putra dari Ang Tjai Gwan (Tirto Hartono) dan Sri Endah Wahyuningsih (Djie Frieda) lahir di Rembang pada 20 Mei 1968. Ia anak ke-2 dari 6 bersaudara.

Santoso memilih nama Pusaka Beruang menjadi merek dagangnya. Pusaka berasosiasi dengan canting yang menjadi pusaka pegangan utama para pembatik. Sedangkan Beruang menurut Santoso adalah konsep bahwa orang yang berhubungan dengan batik tulis akan menghasilkan dan mendapatkan uang.

“Semua akan dapat uang, sebab batik tidak bisa dibuat beberapa orang tapi harus gotong royong, rame rame,”ujar Santoso.

Neneknya yang bernama Tjiam Liok Yang Nio memroduksi aneka kain dan sarung batik tulis Lasem aneka motif  seperti kain kendoro kendiri, gringsing, sidomukti. Neneknya menjual sarung dan kain di sekitar Lasem, Pandangan, Sarang, dan Bangilan. Neneknya juga menjadi buruh produksi blangko untuk batik tiga negeri asal solo dengan melayani pembuatan blangko merah untuk keluarga Tjoa, Tjoa Siang Gwan. Lasem bersama Solo dan Pekalongan memang pernah disebut sebagai sentra batik Jawa Tengah yang ramai pada pertengahan abad 19, bahkan Lasem – Pekalongan – Solo terkenal sebagai tiga daerah yang menghasilkan batik tiga negeri pada awal abad 20. Saat ini, Santoso hanya membuat satu motif batik warisan sang nenek yaitu motif gringsing, batiknya yang lain merupakan motif-motif kreasinya dan tim desain Pusaka Beruang dengan warna pakem tiga negeri maupun warna-warna kekinian. Warna-warna yang ia gunakan sebagian berasal dari pewarna tekstil, namun kini Pusaka Beruang mulai menggunakan warna alami untuk beberapa koleksi batiknya.

Pusaka Beruang merupakan salah satu perusahan batik besar di Lasem yang memiliki karyawan dan pembatik hampir 800 orang. Ia memiliki sanggar kerja di Jalan Jatirogo, di Desa Karangturi, dan di Desa Karas yang terkenal dengan daya tarik wisata pohon trembesi raksasanya. Santoso Hartono pun pernah mendapatkan penghargaan Upakarti bidang pelestarian pada tahun 2010.

Kami memilihkan beberapa lembar kain batik Tiga Negeri koleksi Rumah Batik Pusaka Beruang yang memiliki motif sekar jagad. Motif Sekar Jagad Lasem terdiri dari kombinasi motif bunga gaya ragam hias flora Tionghoa dengan aneka motif isen-isen Lasem seperti melati, nyuk (titik), latohan, kitiran, dan lainnya. Sekar Jagad merupakan kain dengan hamparan keindahan,  dengan bunga utama seruni dan kupu-kupu merupakan simbol yin dan yang, lambang keharmonisan dan kekuatan kewibawaan bagi pemakainya.

Ayo bergerak Bersama kami, cintai, lestarikan, dan berikan harapan pada komunitas!

 

Spesifikasi

Dimensi

Panjang = 250cm
Lebar = 115cm
Berat = 40gr

Material

Kain merek Gamelan jenis primis dengan proses “ketelan” selama 30 harı.

Warna

Tiga Negeri: merah, biru (hijau-kuning), soga

Pemesanan 

Barang stok.

Proses Pembuatan

Proses pembuatan batik tulis Lasem motif ini memerlukan waktu selama 2 bulan.

Perawatan

Kain dapat dicuci dengan deterjen atau sabun lerak khusus untuk batik, hindari menjemur di bawah matahari langsung. Sebaiknya jemur di tempat yang teduh.