Batik Nyah Kiok

Rp 1.809.000

Batik Tiga Negeri Gunung Ringgit Pring merupakan salah satu batik motif kuna yang mash dipertahankan oleh Rumah Batik Nyah Kiok. Rumah batik ini hanya membuat satu motif sejak awal mula memproduksi kain tapeh (panjang) dan sarung. Saat ini Rumah Batik Nyah Kiok menjadi satu-satunya rumah batik yang konsisten memproduksi batik motif Gunung Ringgit Pring.

Anda akan mendapatkan sertifikan keikutsertaan dalam pelestarian Batik Tiga Negeri Gunung Ringgit Pring Nyah Kiok dari Yayasan Lasem Heritage.

Stok 10

Cerita Rumah Batik Nyah Kiok

Rumah Batik Nyah Kiok terletak di Jalan Karangturi Gang VI, desa Karangturi, Lasem. Diperkirakan beroperasi sejak awal abad 20. Sedari awal berdirinya hanya membuat satu buah motif batik tiga negeri dan masih memroduksi motif yang sama hingga sekarang yaitu rumah batik tiga negeri Nyah Kiok.

Menempati rumah kuno gaya Cina Hindia sederhana, para pembatiknya kini hanya tersisa tujuh orang. Saya menyebutnya ‘tujuh bidadari Nyah Kiok’. Tujuh orang tersebut adalah Mbah Suti, Mbah Lasinah, Mbak Kuntati, Mbah Suharmi, Mbah Sabariyah, Mbah Marni. Mbak Sumirah. Mbah Suti adalah pembatik senior di antara mereka bertujuh. Ia berusia 69 tahun dan telah membatik di Nyah Kiok sejak tahun 1969. Ia hafal motif gunung ringgit pring yang sedari dulu diproduksi oleh Nyah Kiok. Ia langsung menorehkan cantingnya menggambar motif gunung ringgit dan bunga bambu setiap membatik di atas kain putih polos. Demikian pula dengan rekan-rekannya yang lain walaupun usianya tak setua Mbah Suti. Lihai!

Rumah batik Nyah Kiok merupakan rumah batik milik Hadi Sutjahyo dan Listyorini (Nyah Kiok), setelah sempat dilanjutkan oleh Hartono (keponakan pemilik), kini perusahaan tersebut dipegang oleh salah satu anak dari Nyah Kiok. Rumah batik ini tidak membuka gerai penjualan batik, melainkan mengirimkan kain batiknya ke luar kota.

Kain batiknya terdiri dari motif sisik atau gunung ringgit, daun pring/bambu, dan tambahan bunga dan kupu-kupu, untuk isiannya ditambahkan motif-motif khas Lasem seperti latohan (rumput laut), ungker, dan nyok (titik-titik).

Motif gunung ringgit atau sering disebut motif ‘sisik’ di Lasem, dalam khasanah motif dan ragam hias Tionghoa termasuk dalam ragam hias yang disebut ‘lang’ gelombang air yang berbentuk stilistik setengah lingkaran atau tiga perempat lingkaran bersanding secara pararel.

Spesifikasi

Panjang: 250cm, Lebar: 110cm

Material

Kain Prima

Warna

Tiga Negeri: merah, biru (hijau-kuning), soga

Pemesanan 

Barang stok.

Proses Pembuatan

Proses pembuatan batik tulis Lasem motif ini memerlukan waktu selama 2 bulan.

Perawatan

Kain dapat dicuci dengan deterjen atau sabun lerak khusus untuk batik, hindari menjemur di bawah matahari langsung. Sebaiknya jemur di tempat yang teduh.