Keping Koin dari Dinasti Cina Ditemukan di Lasem

Ribuan keping koin kuno yang diketahui dari Dinasti Tang (600-960 M) dan Song (960-1279 M) di Cina, ditemukan di Desa Gowak, Kecamatan Lasem, Kabupaten Rembang, Provinsi Jawa Tengah.

Di Jumat pagi, 28 Oktober 2016, yang kelihatan biasa-biasa saja, Samadi berangkat ke kebun. Kebun itu berjarak satu kilometer dari rumah. Samadi, yang berprofesi sebagai seorang petani, biasa menanam terong di kebun tersebut. Tapi, rupanya hari itu tidak sama seperti hari biasanya. Sekitar pukul 10.00, Samadi menemukan “harta karun”, yaitu kumpulan koin kuno Cina dari abad 11 di tanah yang sedang digalinya.

Saya semula membaca berita ini dari laman Facebook pada 29 Oktober 2016, sehari setelah peristiwa itu terjadi. Sebab, memang, kabar penemuan tersebut cepat menyebar di media sosial. Saya langsung penasaran, hingga akhirnya memutuskan untuk menemui penemu koin tua dan melihat langsung kondisi benda bersejarah itu.

Berangkat ke rumah Samadi di Desa Gowak—dekat Situs Makam Dewi Indu—, saya hanya bertemu dengan Wedok Yanik, sang istri. Perempuan berkulit putih, murah senyum, dan pandai memasak sayur lompong ini biasa dipanggil Bu Yanik. Sementara, Samadi kala itu tidak ada di rumah.

Setelah berkenalan dan ngobrol panjang lebar, akhirnya saya bertanya tentang koin tua tersebut. Bu Yanik, sebelum bercerita tentang penemuan itu, menyuruh anak laki-lakinya yang tak saya ingat namanya, untuk mengambil benda kuno yang ditemukan oleh sang suami.

“Saat itu, suami saya, Pak Samadi sedang menanam terong di kebun. Dia terkejut setelah ayunan cangkulnya ke tanah justru mengenai benda keras. Kemudian diketahui, itu adalah kumpulan koin kuno yang telah membongkah. Saya pun ikut kaget setelah suami pulang lalu bilang dapat harta karun,” Bu Yanik bercerita, sembari menunjukkan uang kunonya kepadaku.

Pertama kali ditemukan, koin-koin ini lebih serupa bongkahan. Koin-koin ini menyatu karena terlalu lama tertimbun di tanah. Ketika akhirnya dipisahkan, baru terlihat wujud uang ini. Bentuknya lingkaran, berdiameter sekitar 2 cm, dan di tengahnya terdapat lubang bentuk persegi yang pada setiap sisi memiliki panjang mencapai 2 mm. Setelah dihitung, koin-koin ini berjumlah 3.613 keping.

Ada tulisan China di tiap keping koin tua tersebut. Hal inilah yang akhirnya meyakinkan saya bahwa koin ini berasal dari salah satu orang dari zaman Dinasti Tang dan Song di Cina yang berkunjung ke Lasem untuk berdagang.

 

(Teks dan foto oleh Mukhammad Fadlil)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *