Dari Pesisir Menuju Panggung Putri Bahari

Penyerahan penghargaan kepada Juara 2 Putri Bahari. (Foto koleksi Putri Bahari)
Penyerahan penghargaan kepada Juara 2 Putri Bahari. (Foto koleksi Putri Bahari)

 

Oleh Nugraeni Saputri

 

Indonesia dengan sebutannya negara maritim yaitu memiliki luas wilayah 2/3 lautan. Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia yang terletak di area strategis, Indonesia memiliki potensi besar menjadi poros maritim dunia. Hal tersebut merupakan cita-cita dari Presiden Jokowi untuk menjadikan Indonesia sebagai negara poros dunia pada abad ke-21. Poros maritim merupakan sebuah gagasan strategis yang diwujudkan untuk menjamin konektifitas antar pulau, pengembangan industri perkapalan dan perikanan, perbaikan transportasi laut serta fokus pada keamanan maritim.

Bulan September lalu, Dinas Kelautan dan Perikanan Rembang mengadakan pemilihan putra-putri Bahari (Maritim) untuk mendukung program pemerintah tersebut. Dengan adanya potensi laut dan sejarah lautnya, Rembang satu-satunya dari Jawa Tengah mendapatkan amanat untuk mengadakan pemilihan Putra-Putri Bahari/Maritim yang nantinya juara utamanya akan di kirim menuju tingkat Nasional dalam pemilihan Putra-Putri Maritim Indonesia 2016.

Saya Nugraeni Saputri Nur Hidayah fresh graduate pendidikan Bahasa Inggris. Latar belakang saya bukan dari bidang kelautan maupun perikanan. Tetapi kecintaan saya terhadap lautan memberikan motivasi untuk saya mengikuti ajang pemilihan Putra-Putri Bahari/Maritim Rembang. Jangankan dari bidang kelautan, renang saja saya tidak mumpuni. Tinggi sayapun hanya pas-pasan yaitu 160 cm sesuai persyaratan yang disebutkan minimal tinggi 160 cm. Tetapi perjuangan saya tidak hanya sebatas meratapi keterbatasan saya. Dalam waktu dua minggu saya berlatih renang didampingi pelatih renang dari Tim Dampo Awang Beach Rembang. Disela-sela lelah yang saya rasakan selama berlatih, saya harus mempersiapkan makalah maritim sebagai syarat pendaftaran ajang tersebut. “Sejarah Bahari Rembang Sebagai Daya Tarik Wisatawan” merupakan topik yang saya buat. Lasem, tempat dimana kekayaan pusaka tersimpan. Melalui presentasi makalah tersebut, saya mengangkat sejarah bahari lasem yang kaya akan pusaka peninggalan dunia. Tentu saja, harapan saya Lasem tidak hanya terkenal dengan objek wisatanya, tetapi anugrah alam yang dimiliki sejak Lasem berdiri, yaitu sejarah yang telah melekat pada Lasem. Salah satunya tokoh Maritim Dunia Laksamana Cheng Ho yang pernah singgah di Lasem dan meninggalkan kebudayaan berupa corak batik yang masih dipakai sampai saat itu, yaitu merah hati. Banyak pula galangan kapal yang berjaya pada masa penjajahan maupun VOC yaitu di Babagan maupun di Dasun, Lasem.

Seleksi tidak hanya berupa penampilan yang menarik, presentasi makalah maritim, maupun tes renang. Melainkan dalam pemilihan Putra-Putri Bahari, para kandidat harus menunjukkan bakat dan prestasi yang pernah diraih didepan para kandidat lain, panitia dan tentunya dewan juri. Berbekal keahlian bercerita dalam Bahasa Inggris, saya menampilkan bakat Story Telling. Sedangkan prestasi yang saya tonjolkan salah satunya Teaching Trainee Program di Malaysia tahun 2016. Putra Persahabatan Bahari Indonesia 2015, Afriza Aziz ikut serta sebagai penilai kepribadian para kandidat Putra-Putri Bahari Rembang. Selain itu penilaian lain adalah kemampuan berbahasa Inggris dan wawasan maritim.

Melalui proses karantina dua hari yang menguras tenaga dan pikiran, kami dinilai dari kecerdasan berlatih catwalk dan koreo. Ada tiga kostum yang akan kita kenakan dan tiga penampilan yang kita persembahkan, salah satunya jingle bahari Indonesia. Penilaian akhir yaitu pada saat Grand Final, kami dipilih tujuh besar untuk mendapatkan sesi Question And Answer. Berkat dukungan keluarga dan kerabat yang sangat luar biasa dari awal seleksi hingga grand final, membuat kepercayaan diri saya semakin kuat. Pada akhrinya, saya terpilih menjadi juara II Putri Bahari Rembang 2016. Dari ketiga juara putra dan tiga juara putri, saya bangga sebagai satu-satunya yang mewakili Lasem.

Melalui pemilihan tersebut, bukan hanya pengetahuan yang begitu besar dan manfaat yang saya dapatkan, melainkan kebersamaan keluarga baru yang sama-sama berjuang mencari pengalaman.

Bukan pula hanya kemenangan sebagai juara II Putri Bahari/Maritim Rembang. Melainkan sebuah perjuangan dalam melawan keterbatasan. Saya percaya bahwa nasib seseorang hanya dapat diubah melalui perjuangan dan kemauaanya dalam mengubah keterbatasannya dan ketidakpercayaannya. Karena pemilihan Putra-Putri Bahari Rembang baru dilaksanakan pada tahun 2016 ini, harapan saya adalah untuk generasi selanjutnya dapat menggali potensi dan kekayaan Rembang terutama karena saya orang Lasem, saya ingin mengajak semua generasi muda maupun warga dan pihak pemerintahan tidak hanya sebatas mengadakan pemilihan Putra-Putri Bahari, tetapi kerja nyata dalam membangun asset bahari untuk masa depan yang lebih baik. Bukan tentang siapa yang menang dan siapa yang kalah, melainkan siapa yang dapat berkontribusi nyata terhadap tantangan global dan aset bahari yang harus kita jaga. Kini kami para finalis Putra-Putri Bahari Rembang 2016 telah membentuk ikatan organisasi maritime untuk memberikan kontribusi nyata terhadap Rembang.

 

One Comment

  1. hmmm Selamat untuk Mbak Nugraeni Saputri Nur Hidyah atas pencapaiannya dalam mengikuti Putra-Putri Bahari Rembang. Semoga keberhasilan ini menjadikan semua warga masyarakat termotifasi dalam mengikuti berbagai langkah penting untuk memperbaiki dan memajukan Pesisir Rembang..
    Good Luck for You …
    I’AM PROUD OF YOU..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *